Wapres Gibran Pastikan Bantuan Cepat Tersalur untuk Korban Banjir Kalsel

Kamis, 08 Januari 2026 | 12:26:25 WIB
Wapres Gibran Pastikan Bantuan Cepat Tersalur untuk Korban Banjir Kalsel

JAKARTA - Bencana banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan kembali menuntut perhatian dan aksi cepat dari pemerintah. 

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menunjukkan kepeduliannya dengan terjun langsung ke lapangan untuk menyapa dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir di Kabupaten Balangan dan Banjar. 

Kunjungan ini tidak hanya sebagai bentuk solidaritas, tetapi juga sebagai upaya memastikan bantuan dan penanganan yang tepat sasaran bagi masyarakat yang saat ini menghadapi kesulitan akibat luapan air yang belum kunjung surut sejak akhir Desember 2025.

Kunjungan Kerja Gibran di Kalimantan Selatan

Pada Kamis, 8 Januari 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Selatan (Kalsel). Pesawat yang membawanya mendarat dengan selamat di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru, yang merupakan pusat pemerintahan di provinsi tersebut. 

Agenda kunjungan kali ini sangat khusus, yakni mendatangi langsung titik-titik lokasi banjir yang masih berlangsung di sejumlah daerah, khususnya di Kabupaten Balangan dan Banjar.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memberikan perhatian khusus kepada korban bencana banjir yang hingga kini masih mengalami dampak serius.

 “Benar, dalam rapat koordinasi dipastikan bapak Gibran akan mengunjungi Balangan dan Kabupaten Banjar,” ungkap Wasis.

Lokasi utama yang menjadi fokus adalah Desa Sungai Tabuk Keramat di Kabupaten Banjar, sebuah kawasan yang mengalami banjir dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Kondisi ini membuat aktivitas warga menjadi sangat terganggu dan memerlukan perhatian segera.

Kondisi Banjir yang Masih Mengkhawatirkan

Banjir di wilayah Kalsel ini sudah berlangsung sejak tanggal 28 Desember 2025 dan hingga awal Januari 2026 belum menunjukkan tanda-tanda surut. 

Debit air yang terus tinggi membuat masyarakat setempat harus menghadapi keterbatasan akses transportasi dan berbagai kesulitan hidup sehari-hari. 

Banjir merupakan fenomena tahunan di daerah ini, namun tahun ini kekhawatiran warga meningkat karena debit air tidak kunjung turun, dan mereka was-was akan terulangnya banjir besar seperti yang terjadi pada tahun 2021.

Menurut warga, banjir tahun ini masih lebih ringan dibandingkan puncak bencana 2021, namun ketidakpastian dan lamanya banjir berlangsung membuat rasa cemas tetap menghinggapi. Hal ini tentu menjadi perhatian pemerintah agar berbagai langkah penanganan dan bantuan bisa segera diberikan.

Respons Pemerintah dan Bantuan yang Diberikan

Sebelum kedatangan Wakil Presiden Gibran, Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul, telah lebih dulu mengunjungi korban banjir. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul menyerahkan sejumlah bantuan langsung kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk empati dan dukungan pemerintah. 

Selain bantuan material, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang terdampak banjir dengan menyediakan pendampingan psikologis.

Pendampingan ini melibatkan berbagai pihak seperti Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta Forum Anak Kabupaten Banjar. 

Program ini bertujuan memberikan rasa aman dan dukungan psikososial untuk mengurangi trauma yang mungkin dialami anak-anak akibat bencana alam tersebut.

Peran Pemerintah Daerah dan Sinergi dengan Pemerintah Pusat

Penanggulangan bencana banjir di Kalimantan Selatan melibatkan koordinasi erat antara pemerintah daerah dan pusat. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menegaskan bahwa langkah-langkah evakuasi dan distribusi bantuan telah berjalan dengan baik, meskipun menghadapi tantangan akses di daerah yang tergenang air.

“Kami terus berupaya memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang membutuhkan, termasuk mendirikan posko-posko evakuasi dan dapur umum,” ujar Wasis.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran menjadi semangat tambahan bagi petugas dan masyarakat, serta pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya kerja sama dalam mengatasi dampak bencana ini.

Harapan dan Dukungan untuk Warga Terdampak

Kunjungan Gibran ke lapangan diharapkan dapat memberikan semangat bagi warga terdampak, sekaligus memastikan bahwa segala kebutuhan dan bantuan disalurkan secara tepat. Gibran yang dikenal dekat dengan masyarakat ini berharap agar bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban dan mempercepat pemulihan pasca-banjir.

Agenda kunjungan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan kehadiran negara di tengah-tengah kesulitan rakyat, dan menjadi simbol kepedulian yang nyata. 

Setelah kunjungan tersebut, Gibran dijadwalkan kembali ke Jakarta, membawa laporan langsung dari lapangan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut pemerintah pusat.

Pentingnya Penanganan Banjir yang Terintegrasi dan Cepat

Banjir di Kalimantan Selatan bukan hanya soal naiknya permukaan air, tapi juga tentang bagaimana seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dapat bersinergi menghadapi musibah. 

Kunjungan Wakil Presiden Gibran ke daerah terdampak merupakan bagian dari upaya tersebut, sekaligus bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam.

Dengan adanya bantuan yang cepat, pendampingan bagi anak-anak, serta penanganan terpadu, diharapkan warga Kalsel yang terdampak banjir dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal. 

Kedepannya, juga diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang dengan dampak yang semakin besar.

Terkini