JAKARTA - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk untuk memperkuat ekonomi desa.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan di Jakarta pada Senin, dan difokuskan pada penyediaan serta pemanfaatan layanan produk dan jasa perbankan syariah.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung Astacita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun ekonomi dari desa demi pemerataan kesejahteraan.
“Kolaborasi akan terus kita lakukan untuk menyukseskan Astacita ke-6 Presiden Prabowo Subianto. Insya Allah, MoU ini bisa menambah kecerahan desa-desa di Indonesia,” ujar Mendes Yandri.
Program Pemerintah yang Berbasis Desa
Mendes Yandri menyebutkan, berbagai program pemerintah yang berbasis desa membutuhkan dukungan literasi dan akses finansial, termasuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya kira BSI harus hadir dan inilah mungkin yang perlu kita sampaikan terkait literasi ini kepada masyarakat desa. Pertama, terkait Koperasi Desa Merah Putih, BUMDes, Desa Wisata, dan lain sebagainya,” kata Mendes Yandri.
Keterlibatan BSI diharapkan dapat memperluas akses masyarakat desa terhadap produk perbankan syariah sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terkait manajemen keuangan, investasi, dan pengelolaan usaha desa.
Optimisme Menuju Indonesia Emas 2045
Mendes Yandri optimistis bahwa pembangunan desa yang terstruktur dan kolaboratif menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dengan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat, desa-desa di Tanah Air dapat berkembang menjadi pusat ekonomi lokal yang mandiri.
“Kalau kita kepung secara bersama-sama dengan komitmen yang kuat, saya meyakini Indonesia Emas tahun 2045 itu, insya Allah, mungkin akan lebih cepat kita capai,” ungkapnya.
Mendes menekankan bahwa pembangunan dari desa dan untuk desa akan mempercepat pemerataan ekonomi serta menekan angka kemiskinan, sejalan dengan Astacita ke-6 Presiden Prabowo Subianto.
Potensi Desa dan Peran Beragam Pihak
Menurut Mendes, desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sumber daya alam, ekonomi kreatif, maupun budaya lokal. Namun, pengembangan potensi tersebut tidak dapat dilakukan hanya oleh Kemendes PDT.
Diperlukan dukungan beragam pihak, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, perguruan tinggi, serta generasi muda.
Kolaborasi dengan BSI diharapkan menjadi salah satu bentuk dukungan strategis, dengan menyediakan akses pembiayaan, literasi keuangan, dan produk perbankan syariah yang sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemberdayaan ekonomi lokal serta penguatan kapasitas desa untuk mandiri secara finansial.
Strategi Kemendes PDT dalam Pemberdayaan Desa
Kemendes PDT telah menandatangani puluhan MoU dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan pembangunan desa di seluruh Indonesia. Penekanan kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada aspek finansial, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas SDM, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Mendes Yandri menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, perbankan, dunia pendidikan, dan sektor swasta menjadi fondasi penting dalam mengembangkan desa secara berkelanjutan.
Dengan dukungan semua pihak, desa-desa di Indonesia dapat menjadi lokomotif pembangunan ekonomi nasional sekaligus mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.