Persib Bandung

Gol Injury Time Gagalkan Kemenangan Persib Bandung di Kediri

Gol Injury Time Gagalkan Kemenangan Persib Bandung di Kediri
Gol Injury Time Gagalkan Kemenangan Persib Bandung di Kediri

JAKARTA - Laga sarat tensi tersaji saat Persik Kediri menjamu Persib Bandung pada lanjutan BRI Super League musim 2025/2026. 

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Brawijaya itu berakhir tanpa pemenang setelah gol di menit akhir memaksa kedua tim berbagi angka dengan skor 1-1.

Hasil ini terasa pahit bagi Persib yang sempat unggul lebih dulu. Sebaliknya, Persik patut bersyukur karena mampu memanfaatkan momentum di penghujung laga untuk menyelamatkan satu poin di hadapan pendukung sendiri.

Persaingan Ketat Sejak Peluit Awal

Sejak menit awal pertandingan, Persik tampil percaya diri meski menghadapi tim papan atas. Bermain di kandang sendiri, skuad Macan Putih berani keluar menyerang dan tidak hanya bertahan menunggu tekanan lawan.

Peluang pertama bahkan hampir dimiliki Persik ketika Wigi Pratama melepaskan tembakan jarak jauh di menit ketujuh. Sayangnya, bola masih melambung dan belum mengancam gawang Persib secara serius.

Persib Mulai Menekan Pertahanan Lawan

Persib perlahan meningkatkan intensitas serangan setelah tekanan awal Persik. Gelandang Thom Haye sempat mengancam lewat sepakan dari luar kotak penalti, namun upayanya masih mampu diamankan kiper Persik, Leo Navacchio.

Serangan demi serangan terus dilancarkan Maung Bandung. Namun rapatnya pertahanan Persik dan ketangguhan penjaga gawang membuat Persib kesulitan memecah kebuntuan di babak pertama.

Peran Penting Leo Navacchio di Babak Pertama

Nama Leo Navacchio menjadi sorotan utama sepanjang paruh pertama laga. Kiper Persik itu tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang emas Persib yang seharusnya berbuah gol.

Dua penyelamatan krusial dilakukan Leo saat menepis peluang Beckham Putra dan Luciano Guaycochea. Aksi tersebut membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga wasit meniup peluit tanda turun minum.

Perubahan Irama di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. Persib langsung mengambil inisiatif menyerang untuk memecah kebuntuan dan menekan pertahanan Persik sejak menit awal.

Leo Navacchio kembali menunjukkan kelasnya dengan mematahkan sepakan voli Julio Cesar di depan gawang. Namun tekanan yang terus-menerus akhirnya membuat pertahanan Persik runtuh.

Gol Pembuka Persib Lewat Saddil Ramdani

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-68 ketika Persib berhasil mencetak gol. Pemain pengganti Saddil Ramdani sukses memaksimalkan umpan silang Berginho dan menaklukkan Leo Navacchio.

Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan. Persib tampak lebih percaya diri, sementara Persik dipaksa keluar dari zona nyaman untuk mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan.

Drama Penalti dan Kartu Merah

Situasi semakin menegangkan ketika Persik sempat mendapatkan hadiah penalti di menit ke-79. Mochammad Supriadi dijatuhkan Julio Cesar di kotak terlarang, namun keputusan itu dianulir setelah wasit meninjau VAR.

Tak lama berselang, Persib justru harus bermain dengan sepuluh orang. Saddil Ramdani menerima kartu kuning kedua usai melanggar Yusuf Meilana, membuat keunggulan Persib menjadi rapuh.

Tekanan Persik di Menit-Menit Akhir

Unggul jumlah pemain, Persik meningkatkan intensitas serangan di sisa laga. Bola lebih banyak berada di area pertahanan Persib yang berusaha bertahan dengan blok rendah.

Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil di masa injury time. Persib gagal mengantisipasi situasi bola mati yang menjadi awal petaka bagi tim tamu.

Gol Penyeimbang Muhamad Firly

Gol penyeimbang Persik lahir dari skema sepak pojok. Muhamad Firly muncul sebagai pahlawan setelah berhasil menjebol gawang Teja Paku Alam di menit-menit akhir pertandingan.

Stadion Brawijaya pun bergemuruh menyambut gol tersebut. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Dampak Hasil Imbang bagi Klasemen

Dengan hasil ini, Persib Bandung harus puas tertahan di posisi ketiga klasemen BRI Super League dengan koleksi 35 poin. Kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi catatan penting bagi tim tamu.

Sementara itu, Persik Kediri menempati peringkat ke-11 dengan raihan 19 poin. Tambahan satu angka dinilai cukup berarti dalam upaya menjaga jarak dari papan bawah.

Evaluasi Menuju Laga Berikutnya

Hasil imbang ini memberi pelajaran berharga bagi kedua tim. Persib perlu memperbaiki konsentrasi di menit akhir, terutama saat menghadapi tekanan dan situasi bola mati.

Di sisi lain, Persik menunjukkan semangat juang tinggi hingga detik terakhir. Mental pantang menyerah menjadi modal penting untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di kompetisi yang masih panjang ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index