RMK Energy

RMK Energy Mantapkan Strategi Pertumbuhan Terukur untuk Perkuat Kinerja 2026

RMK Energy Mantapkan Strategi Pertumbuhan Terukur untuk Perkuat Kinerja 2026
RMK Energy Mantapkan Strategi Pertumbuhan Terukur untuk Perkuat Kinerja 2026

JAKARTA - PT RMK Energy Tbk memasuki 2026 dengan fondasi operasional yang telah dipersiapkan lebih awal. 

Penyelesaian hauling road menjadi pijakan penting dalam strategi pertumbuhan jangka menengah perusahaan. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendorong peningkatan kinerja operasional dan keuangan secara berkelanjutan.

Manajemen melihat kesiapan infrastruktur sebagai kunci menghadapi tantangan industri ke depan. Dengan jalur hauling yang telah beroperasi, perusahaan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam melayani pelanggan. Kondisi ini menjadi modal awal untuk mengejar pertumbuhan volume dan pendapatan.

Langkah awal ini juga mencerminkan pendekatan terukur dalam ekspansi. Perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan volume, tetapi juga kesiapan aset. Dengan demikian, pertumbuhan yang dicapai diharapkan tetap sehat dan terkendali.

Penambahan Pelanggan dan Potensi Volume Baru

Hauling road yang telah rampung kini terhubung dengan tiga pelanggan baru. Ketiga pelanggan tersebut adalah PT Wiraduta Sejahtera Langgeng, PT Duta Bara Utama, dan Menambang Muara Enim. Koneksi ini membuka peluang tambahan volume yang signifikan pada 2026.

Manajemen memperkirakan potensi tambahan volume mencapai sekitar 3 juta ton. Angka ini berasal dari kebutuhan pengangkutan pelanggan baru yang mulai terlayani. Peningkatan volume tersebut diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan perusahaan.

Masuknya pelanggan baru juga memperkuat portofolio layanan RMK Energy. Perusahaan tidak hanya mengandalkan pelanggan lama, tetapi memperluas basis kerja sama. Strategi ini memberikan diversifikasi sumber pendapatan yang lebih stabil.

Penguatan Infrastruktur dan Kapasitas Layanan

Untuk mengimbangi pertumbuhan volume, perusahaan merencanakan peningkatan kapasitas infrastruktur. Manajemen menilai ekspansi fasilitas menjadi langkah penting agar layanan tetap optimal. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kapasitas logistik.

Rencana pengembangan mencakup pembangunan container yard baru. Proyek ini akan menggandakan kapasitas loading station dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun. Selain itu, kapasitas pelabuhan akan ditingkatkan dari 20 juta ton menjadi 28 juta ton per tahun.

Peningkatan kapasitas ini dirancang sejalan dengan kebutuhan jangka menengah. Infrastruktur yang lebih besar memungkinkan perusahaan melayani volume lebih tinggi tanpa hambatan. Langkah tersebut juga meningkatkan daya saing RMK Energy di sektor logistik batu bara.

Proyeksi Kinerja Keuangan dan Ekspansi Lanjutan

Melalui optimalisasi aset dan ekspansi layanan coal logistics, perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan. Volume coal services diproyeksikan meningkat dari sekitar 8 juta ton pada 2025. Pada 2026, volume tersebut diperkirakan melampaui 12 juta ton.

“Dengan peningkatan kapasitas dan belanja modal yang terukur, RMKE memperkirakan pendapatan mencapai sekitar Rp 4,1 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 800 miliar pada 2026,” jelas Vincent. Proyeksi ini mencerminkan optimisme manajemen terhadap hasil investasi infrastruktur. Pertumbuhan keuangan diharapkan sejalan dengan peningkatan volume layanan.

Selain itu, perusahaan menargetkan penambahan dua hingga tiga pelanggan baru. Potensi kontrak berskala besar terbuka seiring rampungnya jalur hauling yang terhubung dengan tambang PT Bukit Asam Tbk. Pengembangan kontrak eksisting juga disiapkan untuk diintegrasikan dengan tambang lainnya.

Pendanaan, Dividen, dan Penilaian Eksternal

Untuk mendukung ekspansi, perusahaan berencana melanjutkan penerbitan obligasi pada Februari 2026. Target penghimpunan dana dipatok sekitar Rp 600 miliar. Kupon yang ditawarkan diharapkan lebih kompetitif dibandingkan penerbitan sebelumnya.

Di sisi lain, posisi kas perusahaan berada di atas Rp 250 miliar. Dengan kinerja yang terus membaik, manajemen menargetkan pembagian dividen minimal 20 persen dari laba tahun buku 2025. 

“Nilai dividen tahun ini kami perkirakan dapat melampaui Rp 40 miliar dan akan jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu, sehingga memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” katanya.

Penguatan kinerja RMK Energy juga mendapat pandangan positif dari pihak eksternal. Model bisnis yang semakin terintegrasi dinilai memberikan visibilitas pertumbuhan yang lebih jelas. Transformasi menjadi pemain logistik terintegrasi memberikan stabilitas pendapatan dan ruang pertumbuhan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index